Tampilkan postingan dengan label vee maslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vee maslim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2020

Kejutan 2020

OMG!!


Entah sudah berapa lama, blog ini tidak terupdate.


Perjalanan hidup saya pun tampaknya tampaknya sudah banyak tak tercatat di sini.

Biasanya blog ini saya update dengan catatan-catatan kecil ataupun beberapa pendapat saya tentang film yang saya tonton.

Saya ingin mencatat lebih lagi di blog ini.


Hari ini bulan Agustus 2020.


Tahun ini cukup spesial. Tak terduga dan tak biasa.


Diakhir tahun 2019, saya sudah memiliki beberapa rencana.

Berpelancong ke Jepang, menabung lebih banyak agar bisa mengunjungi teman saya di Amerika, dan sepupu saya di Australia.

Namun semua itu tampaknya hanya sekedar rencana saja.

Tahun ini 2020, tercatat sebagai tahun yang menurut saya tidak semua generasi bisa merasakannya. Tahun ini sebuah wabah menyerang hampir seluruh bagian dunia.

Beberapa tahun terakhir, saya sering mendengar wabah flu yang cukup mematikan. Namun wabah flu tersebut tampak tak berdaya begitu masuk ke wilayah Indonesia. Ketika berita wabah tersebut terdengar sekitar akhir Januari 2020, saya cukup percaya bahwa negara ini diberkahi dengan iklim yang sulit buat virus-virus flu.

Namun saya salah besar, akhirnya wabah tersebut bisa memasuki Indonesia. Dan menjangkiti Indonesia. Sempat saya tidak bisa bekerja, karena atasan memutuskan agar tim kerja di rumah.

Karena satu lain hal, mulai bulan lalu, saya mulai kembali bekerja dengan mendapat fasilitas shuttle. kembali kerja dengan penuh waspada dan kehati-hatian. Masker adalah hal yang wajib. Hand sanitizer, gel pembersih tangan yang saya beli diakhir tahun lalu (yang sebenarnya salah beli) akhirnya jadi sangat berguna sekali.

Sekarang sudah bulan Agustus, sudah lebih dari 5 bulan hidup dengan kondisi seperti saat ini. Saya hanya berharap, saya bisa menemukan jalan untuk menjalani keadaan ini dengan tepat.


Miss you all my friends..

Kamis, 07 April 2016

I will married when...

Another same questions whenever my Mom called me
"How is it? Have you had a boyfriend? Get one, so you'll marry next year. And I'll have a grand daughter/son when I retired."

Alamaak.. (OMG)

My Mom have had me KPI target for this year : have a boyfriend who will ask me to marry next year. Not only that, there's an colleague in office who keep asking "when you'll get married". Which make it sounds like "not married is a crime".

Here's my point.
Why should I marry if it's ended in a divorce?
Why should I marry if it's make me feel suffer?

(Note : feel suffer, not : suffer , which is mean the suffer came from your mind)

I will married, when ..
  • My partner is able to be my whole life partner. I'm able to accept him, and so he does. Oh, and also both our parents too.
  • I'm prepared in all aspects. Because married means more responsibility. Like adding new user roles in your user ID. It grant you more accesses but more works will come to you.
Being married is not the only choice nor the only happy ending in my life. Being married is a new adventure, new story of the choice that I take (if I choose to be married). I won't marry if it's only to get a "Good Child" label from my society.

I will married when it's time for me to marry. Whether in this life, or my other life (s).
Toh, kalau jodoh ga bakal ke mana.

Kamis, 20 Agustus 2015

Memainkan Game di Dunia Nyata

Hoo!!

Akhirnya gw meng-update kembali blog ini dengan review film ala-ala gw. Hahahaha!!

Walau gw ga ngupdate blog, bukan berarti gw ga nonton film lho!! Dalam 1 bulan ini entah sudah berapa kali gw menonton film. Nah, ini salah satunya.

PIXELS

Pas gw liat poster ini, agak bingung juga.. Kok ada PACMAN dalam bentuk 3D, yang makan 1 kota? Well, akhirnya terpenuhi juga setelah gw menonton trailer dan membuat gw tertarik nonton.

Film ini menceritakan tentang invasi alien dalam bentuk karakter-karakter game-game lawas, yang bahkan sebagian besar gw ga tau. Untuk mengalahkan alien ini, para pemain-pemain game lawas terbaik dikerahkan.

I like this movie. Cocok untuk tontonan keluarga dan bagi yang mau melepas stress atau sekedar melepas rindu dengan karakter-karakter game jaman bahala. My type of movie lah.

Rabu, 17 September 2014

My First Lunch Box



Didorong niatan untuk berhemat dan membiarkan asap ngepul di dapur mungil gw, gw mencoba untuk bikin bekal. Nah, untuk bekal di atas gw bikin se-simple yg gw bisa bikin supaya ga makan waktu lama.

Untuk sayurannya, pakchoy dan wortel direbus dengan gula dan garam.
Untuk daging ayamnya dimarinade dengan kecap teriyaki, lalu digrill dan ditumis dengan bawang bombay dan kecap.

Disusun rapi di kotak makan, dan jadilah bekal perdana =D


The House Detox

Tidak hanya tubuh. Hunian yang kita tempati pun butuh untuk didetox. Ini ide yang menarik buat saya. Terkadang saya merasa jengah di hunian ...