Sabtu, 12 Oktober 2013

Ketika mitologi dimodernkan

Gw lagi tergila-gila dengan buku serial karangan Rick Riordan. mulai dari Percy Jackson and The Olympians, Heroes of Olympus hingga The Kane Chronicle. Tidak terhubung dengan PC otomatis ngebatesin hiburan gw. Apalagi sekarang gw belum ada tv, which is sebagian besar informasi & hiburan gw ada di smartphone "hadiah" dari adek gw yang tercinta.

Buku adalah pelarian gw beberapa bulan belakangan ini, setelah beberapa bulan ini gw sangat jarang sekali bersentuhan dengan peralatan elektronik untuk memperoleh hiburan untuk mengisi waktu-waktu sebelum tidur (walau cross stitch-ing juga sekali-kali).

Setelah gw menonton Percy Jackson and the Sea of Monsters, tergeraklah hati ini untuk menguras uang untuk mengoleksi buku Percy Jackson. Gw cuma nemu yang buku pertama aja Percy Jackson and The Olympians : The Lighting Thief .... Ok, ntar gw posting terpisah aja deh mengenai perjalanan gw hunting novel selama beberapa bulan terakhir.

So back to the topic.. This man, Rick Riordan, well .. Gw cuma bisa bilang, yaah.. keren!! Yang gw cari di kala suntuk dan bosen itu adalah bacaan yang bersifat ringan, tulisannya simple (dalam situasi seperti ini gw menghindari novel detektif) dan alurnya cepat. Idenya untuk menceritakan potongan-potongan mitologi dalam kondisi modern bisa dibilang sangat OK! Ini mungkin bisa menarik minat pembaca muda untuk mengembangkan minat bacaannya ke area yang lebih kuno dan lebih berat : mitologi.

Dari 3 seri yang gw sebut di atas, seri Percy Jackson and The Olympians itu diangkat dari mitologi Yunani, dan Heroes of Olympus ini gabungan dari mitologi Yunani dan Roma. Seri Heroes of Olympus ini bisa dibilang lanjutan dari seri Percy Jackson and the Olympians. Informasi terakhir yang gw dapat seri terakhir dari Heroes of Olympus : The Hades House, terbit sekitar bulan Oktober 2013 (yup! gw lagi menunggu!!)

Nah, The Kane Chronicle yang agak berbeda dari 2 seri sebelumnya, dimana mitologi yang menjadi base dari seri novel ini adalah mitologi Mesir dan ada campurannya dengan sedikit dengan sejarah-sejarah kerajaan di Mesir.

Untuk range pembaca, seri Percy Jackson and The Olympians bisa dibilang untuk semua umur. Kalau buat parents yang tidak mau ada adegan ciuman ringan terbaca oleh anaknya, gw saranin untuk menyimpan Percy Jackson and The Olympians : The Last Olympian dan seri The Heroes of Olympus sampai anaknya remaja. Sedang The Kane Chronicle : The Red Pyramid menurut gw sih ok untuk semua umur.

Dan satu note gw, dan ini penting!! Cerita yang ada di film dan cerita yang ada di novel walau ada beberapa poin yang sama, selebihnya berbeda. Jadi jangan harapkan sesuatu yang sama dari novel karangan Rick Riordan ini dengan filmnya yah ^_^

Jumat, 28 Juni 2013

ketika magician beraksi

bagaimana sie kalau sekelompok magician beraksi melakukan perampokan yang terang-terangan dan malah menghibur? lo bisa dapetin di film ini.

menurut gw, film ini enjoyable. lo bs makan popcorn dan lite snack lainnya. ada sedikit action di film ini -buat gw sih seru yaah- dan ending yg ga bakal lo sangka deh.

Selasa, 04 Juni 2013

Platina Army into The Exiled World


Another Platina Parlour's event. Yup, PP membuat event lagi. Tema kali ini adalah para butler (platina army) berjuang menghadapi alien(?) yang menguasai bumi dan dengan bantuan para nona (utk healing dan support) mereka bisa mengusir alien(?) dan bumi menjadi damai.

Gw memang belum pernah dateng ke event-event mereka yang sebelumnya. Maka bertekadlah gw untuk dateng ke event PP kali ini. Gw ambil jadwal sesi yang pertama, habisnya macet sih klo sore T^T

Dan selesai registrasi ulang, gw dipanggil memasuki "cafe". Gw serasa menggelembung, waktu tirai terangkat gw disambut dengan 2 barisan (di kiri dan di kanan) butler yang cakep-cakep. Belum sempat meleleh, tiba-tiba muncullah Kai di depan gw *frezzing*. Wah, wajah Kai yang ceria serasa deket banget *zoom in view*. Dia menawarkan diri untuk bawain tas gw, ga pake lama, langsung gw iya-in. Gw memilih meja yang dekat dengan jendela. Posisi duduk gw menghadap ke dalam cafe, dengan posisi ini gw bisa melihat suasana cafe ini.

Selesai ambil posisi, Kai cek pesanan gw dan meminta bersabar menunggu pesanan. Kai orangnya ceria, dan baik hati ^^ Jujur, awalnya gw canggung ngobrol dengan Kai. Tapi dia berusaha mencairkan suasana. Apalagi, gw dateng sendirian. Dan dia berhasil!!

Mulai dari pin Riku yang gw dapet (kata Kai, Riku terkenal lho, dia butler favorit di PP). Saat teh datang, dengan manisnya teh itu dituang dari pocinya. Gw minta tambahan 2 sachet gula, dan Kai kembali menawarkan diri untuk membuka dan mengadukkan tehnya, mulailah kami ngobrol lagi tentang minuman favorit.

Nah, tiba-tiba datenglah Kou. Kou ini "adiknya Kai". Kai kakak yang telaten, dia ingetin Kou kalau ada saja yang ditinggal sama Kou. Kai menyelipkan kain lap di kantong Kou dan mengembalikan handphone Kou yang ditinggal selama Kou belajar di Australia.

Dia ngenalin gw ke adiknya ini, dengan ketusnya si Kou bilang ke gw, "Jangan dekat-dekat Aniki!!". Wkwkwkwk, ngajak berantem nih si Kou  -.-+ *percikan api* Makin dia bilang gitu, makin gw pengen ketawa-ketiwi sama Kai.

Ngeliat sifat Kou yang rada-rada judes *menurut gw*, gw tanyainlah ke Kai apa ga apa2 tuh si Kou judes gitu. Kata Kai, itulah keunikan Kou, ke-tsundere-an dia yang menarik minat para Lady yang berkunjung. Kai jelasin juga ke gw kalau masing-masing butler punya sifat yang unik. Misalnya Kai yang ceria dan tidak mau terikat oleh aturan, ini bisa dilihat dari cara berpakaiannya dengan kancing atas seragamnya terbuka, lengan tergulung dan tanpa dasi. Kou berbisik, jangan sampai Mr. Jun (Head Butler) tau kalau dia ga berseragam lengkap. Yah, tapi percuma sekali waktu Mr Jun lewat dan mendapati Kai ga berseragam lengkap. Hahaha.

Satu event yang menurut gw MOE banget, saat gw tanya umur Kai, Kai jawab umurnya 19 th. Trus pas nanya umur Kou, Kai lupa!! Hahaha, akhirnya dia tanya sama Kou yang melayani nona di meja sebelah gw *pas banget* Kou dengan rada ngambek bilang "Umur saya 17 tahun, masa ditinggal sebentar ke Australi aja udah lupa sih. *ngambek*" Aaah~ Gw paling ga tahan klo liat pertengkaran ngambek2an antar sodara kayak gini *moe lagi*

Selagi gw makan, Kai memainkan game yang untungnya bisa dimainkan selagi gw makan. Kai meminta gw membuat garis atau bentuk apapun di kertas yang dia kasih ke gw. Dan dia menggambar dari garis-garis yang gw buat. Selagi Kai menggambar, Mr Jun mengecek meja kami bersama Touya. Sempet ngobrol2 tentang masakan dan pelayanan Kai, trus kenalan deh sama Touya.


Selesai Kai menggambar, selesai juga lah sesi gw >.< Niatnya sih pengen ambil sesi tea time, cuma udah musti pulang. Yah sudah lah, untungnya gambar dari Kai boleh dibawa pulang. Gw ga dapet good ending sih, but it's ok lah to have fun. Kai sangat menyenangkan, ceria dan santai. Semoga lain kali bisa dapet kesempatan ngobrol2 bareng Kai dan bisa ikut event PP selanjutnya ^^

Rabu, 29 Mei 2013

Fast and Furious 6 : maling ngejer maling

sumber : 21cineplex.com
Dari judul postingan, udah tau dong apa yang mau gw bahas. Yup!! Fast and Furious 6, panduan nonton sekuel lanjutan dari Fast and Furious. Sebelum lo lanjut ngebaca postingan gw ini, warning yah cin, ada spoiler. Kalo yey, ga suka spoiler.. Capcus deh, jangan lanjut baca postingan eike yah.. ^.^

Minggu, 26 Mei 2013

kembali melangkah

perpisahan di tempat kerja. sudah beberapa kali gw ikut menyaksikan dan menikmati 'pesta perpisahan' di kantor. buat gw sebagai 'tuan rumah pesta', ini sudah yang ke-3 kalinya. hampir seperti yang kedua, yang ketiga ini gw ga melakukannya dengan baik. bayangkan, menjelang hari-hari terakhir gw terpaksa masuk rumah sakit. rawat inap setelah operasi. bukan maksud gw menghindar. tapi itulah yang bikin gw terhindar dari acara perpisahan. and i couldn't say it directly, but i tried to do it properly via email.

dan diantara semua drama kehidupan, satu yang gw hindari : perpisahan. perpisahan itu adalah sesuatu yang pasti jika ada pertemuan, gw sadar itu. bukannya gw ga mau berpisah, cuma gw sentimentil sama perpisahan. 

dan sudah hampir dua bulan berlalu. gw masih punya hutang dengan tempat kerja gw itu. bukan uang yang pasti (malah gw masih ada klaim rumah sakit yang masih gw urus), hutang tanggung jawab gw. pelan-pelan gw musti menata hidup gw dan menata waktu gw.

It's Platina Parlour

Pernah ga sih lo ngerasain jadi seorang pengunjung di sebuah Butler Cafe? Buat yang ga ngikutin kebudayaan pop Jepang, mungkin agak asing nih dengan Butler Cafe. Tapi gw yakin, para Milady yang doyan update pasti pada tau. So, gw jelasin dengan secara awam yah. Hahaha, gw juga masih awam nih ^^ Mari gw antar kalian bertemu dengan Platina Parlour ini (gw singkat jadi PP aja yah supaya mudah ngetiknya ^^)
Sumber :http://kuso-taisa.deviantart.com
Gw ga bisa bilang klo PP itu adalah sebuah cafe, karena mereka ga memiliki sebuah cafe secara fisik. Nah, yang mereka tawarkan di sini adalah sebuah cafe dengan Butler (pelayan pria)  yang -menurut gw- cakep. Butler ini bukan Butler profesional. Jangan bayangkan kalau mereka itu Butler ala London sekelas internasional. Tapi pelayanan mereka cukup ok koq!!
Sumber : jesicastephanie.wordpress.com

Kalau kalian jadi pelanggannya, kalian akan disambut -menurut gw- dengan elegannya dan Butler pendamping akan menuntun kalian ke meja kalian, mengecek pesanan kalian dan menyajikannya. Dan kalau butuh sesuatu, kalian bisa minta tolong ke Butler pendamping. It's the basic. Yah, gw ngerasain hal yang sama waktu makan di restoran yang agak mahal-mahal gitu.

Tapi, PP ga hanya sekedar makan aja lho. PP ini klo menurut gw membawa konsep game di saat mereka "membuka cafe". Adalah konsep Otome Game, dimana player (pengunjung) mencoba untuk mendapatkan ending dengan Butler pendamping kalian. Masing-masing Butler pendamping ini punya kepribadian yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, pemarah, cool, de el el deh. So, menjadi pengunjung di "cafe" PP ini sangat disayangkan sekali kalau hanya sekedar makan doang!!

Supaya dapet ending yang baik, coba curi "hati" si Butler. Nah, kalau kalian bisa membuat Butler ini merasa "terkesan" kalian akan mendapat bingkisan menarik. Gw pribadi sih kurang tertarik sama bingkisannya (cuma kalo dapet sih ga nolak!! ^^ mauuuu~~).

Ending dari masing-masing Butler ini bukan cuma 1, gw sih taunya ada 3 jenis ending sih. Yang pertama pastinya bad ending. Bisa karena lo melanggar aturan maen atau membuat si Butler "sakit hati", nah, bad ending ini bisa bikin lo "ditendang keluar dari cafe, no refund". Yang kedua sih normal ending, yah lo ngombrol biasa aja sama Butlernya. Yang ketiga good ending, ya itu lo membuat Butlernya terkesan sama lo. Well, it's only a game actually just enjoy and have fun ^^

Senin, 13 Mei 2013

Panduan menonton IronMan 3

sumber : http://www.cityvida.com
Yey!! Akhirnya nonton IronMan juga ^_^ Tenang, gw ga nge-spoil ceritanya koq bahkan gw ga bikin  reviewnya juga. Hehehe.

Seperti judulnya, gw mo kasih panduan untuk menonton IronMan 3 aja. Yah, panduan standar aja. Sebaiknya dah pada nonton IronMan, IronMan 2 dan The Avenger supaya ga buta-buta amat. Gw sih udah nonton IronMan sama The Avengers. Ada beberapa bagian yang gw ga ngerti. Kayaknya gw musti cari IronMan 2 dan nonton ketiga film itu.

Dan ini yang terakhir, pastikan lo SABAR banget nunggu sampai FILM HABIS. Hahaha. Tadinya gw juga pengen buru-buru beranjak dari kursi begitu selesai. Berhubung masih ada yang betah, ya gw jadi penasaran. Dan sabar berbuah hiburan tambahan ^_^

So, sapa yang udah nonton dan berSABAR???

The House Detox

Tidak hanya tubuh. Hunian yang kita tempati pun butuh untuk didetox. Ini ide yang menarik buat saya. Terkadang saya merasa jengah di hunian ...